DRIVE ANGRY

Apa yang dilakukan oleh seorang penghuni neraka ketika melihat putrinya yang di bumi terbunuh secara mengenaskan, bahkan sang pembunuh pun melarikan cucunya? Tidak tanggung-tanggung, penghuni neraka itu pun turun ke bumi untuk membalaskan dendamnya dan menyelamatkan cucunya tersebut.

THE SMURF MOVIE

Mereka telah ada selama 50 tahun, dan kini, dalam waktu dekat ditahun 2011 ini mereka muncul untuk pertama kalinya di dalam dunia kita.

11-11-11

Walaupun film ini sekarang masih dalam tahap syuting di Spanyol, Darren Lynn Bousman dengan baik hati merilis teaser trailer pertama untuk '11-11-11' lewat blognya sendiri.

BIG MOMMAS LIKE FATHER LIKE SON

Jadi teringat big momma 2 pas baca judul film ini Big Mommas like father like son. Setelah hampir 10 tahun rilis big momma house 2 film ini akan di rilis sebagai sequel dari big momma,pasti banyak kelucuan kelucuan yang akan terulang kembali dalam film ini. Dengan pemeran utama masih Martin Lawrence sebagai agen FBI Malcom Turner yang menyamar sebagai Big Momma dan anak tirinya Trent (Brandon T. Jackson) yang membantu penyamaran dengan menjadi Charmane bersama mereka menyelidiki pembunuhan di sekolah seni khusus wanita.

I AM NUMBER FOUR

Three are dead.. who is Number Four ?sebuah film fiksi ilmiah tentang alien kembali akan muncul tahun 2011 ini, namun kali ini dengan sudut pandang yang jauh berbeda dari beberapa film lainnya.

CARS 2

Sekali lagi Lightning McQueen (Owen Wilson) harus berlaga dalam sebuah perlombaan untuk menentukan mobil tercepat di dunia. Kali ini misi Lightning McQueen tak mudah karena ada serangkaian balapan yang harus ia selesaikan kalau ia ingin disebut sebagai mobil tercepat di dunia. Untungnya Mater (Larry the Cable Guy) selalu setia menemani Lightning meski kali ini Mater juga punya masalah sendiri yang harus diselesaikan.

The Eagle

Cerita Film The Eagle: Tahun 140 SM, dua puluh tahun setelah hilangnya seluruh Legiun Kesembilan di pegunungan Skotlandia, perwira muda Marcus Aquila (Channing Tatum) tiba dari Roma untuk memecahkan misteri dan mengembalikan reputasi ayahnya, Aquila, komandan Kesembilan..

Battle LOS ANGELES 2011

Hai guys Ketemu lagi ma gw yoshua. Hehe. Kali ini gw pnya informasi film baru Setelah kemunculan “Skyline” tahun lalu yang kembali mengangkat kisah serbuan mahluk asing ke Bumi dan juga rencana dirilisnya “Cowboy and Aliens” sebuah film adaptasi komik yang juga akan mengangkat kisah tentang penyerbuan aliens.

GNOMEO AND JULIET (2011)

Ini dia film animasi pembuka di tahun 2011 yaitu Gnomeo and Juliet yang juga merupakan film animasi terbaru Touchstone Pictures setelah Nightmare Before Christmas tahun 1993 lalu. Film yang menampilkan banyak karakter yang lucu nan imut ini disutradari oleh sutradara Kelly Asbury yang sebelumnya sukses dengan Sherk 2 di tahun 2004.

CAPTAIN AMERICA (THE FIRST AVENGER)

Captain America: The First Avenger dijadwalkan rilis tanggal 22 Juli 2011, dibintangi oleh Chris Evans sebagai Steve Rogers, Hugo Weaving sebagai Johann Schmidt, Tommy Lee Jones sebagai Kolonel Chester Phillips, Stanley Tucci sebagai Abraham Erskine, Dominic Cooper sebagai Howard Stark, Richard Armitage sebagai Heinz Kruger, dan Natalie Dormer sebagai Private Lorraine.

X MEN : FIRST CLASS

Film X-Men: First Class yang dibintangi oleh Jennifer Lawrence (Winter’s Bone ) sebagai Mystique, James McAvoy (The Conspirator) sebagai Professor Charles Xavier, dan Michael Fassbender (Inglourious Basterds ) sebagai Magneto ini dijadwalkan rilis tanggal 3 Juni 2011 di bioskop Amerika Serikat.

Scream 4

Scream 4 (ditulis sebagai 'SCRE4M) adalah film horor/slasher yang akan rilis dan film keempat dalam serial Scream. Film ini masih akan dibuat dari pembuat aslinya, yakni sutradara Wes Craven dan penulis Kevin Williamson..

Minggu, 23 Januari 2011

TRON: Reality Digitized



Pernah mendengar tentang TRON? Mungkin judul itu hanya familiar di kalangan generasi 80-an atau para penggemar sains fiksi. Generasi setelah 80-an, mungkin kurang familiar atau bahkan sama sekali belum pernah mendengarnya. Saya sendiri pertama kali tertarik dengan TRON pada umur 6 tahun, ketika ayah saya membelikan pop-up book tentang film itu.
Dunia TRON dikonsep dan diciptakan sejak tahun 1976 oleh Steven Lisberger, seorang animator, yang kemudian menyutradarai sendiri filmnya. Pada awalnya, ilham Lisberger didapat dari sebuah game yang sangat terkenal di era 70-an, bernama "Pong". Ia terobsesi dengan games dan ingin membuat film dimana games dapat dinikmati oleh semua orang, termasuk orang yang bukan penggemar games.
Bersama dengan seorang produser bernama Donald Kushner, pada tahun 1977 ia mendirikan studio animasi dimana tujuan awal adalah membuat konsep filmnya sebagai 100% animasi. Tapi dalam perjalanannya, ia mengubah konsep animasi menjadi campuran animasi dengan live action. Tentu saja konsep yang baru dan terdengar mahal (pada waktu itu) banyak ditolak oleh berbagai perusahaan perfilman, termasuk Warner Bros, Columbia Pictures, dan MGM. Sehingga hanya di-approve oleh satu perusahaan pada tahun 1980: Walt Disney Productions. Namun demikian, rupanya tantangan tak berhenti di situ, karena pada waktu itu Disney adalah perusahaan yang tidak pernah menggunakan jasa animator dari luar perusahaan, seperti halnya Lisberger dan timnya. Ketika Lisberger berusaha merangkul para animator Disney untuk bekerjasama dengan timnya, tak ada seorangpun yang menyambut undangan tersebut.
Lisberger kemudian menggunakan tiga desainer untuk menciptakan dunia komputer TRON itu: Jean Giraud, Syd Mead (yang mendesain dunia Blade Runner), dan Peter Lloyd. Sedangkan untuk sekuen animasinya, Lisberger menggunakan empat perusahaan komputer grafis terbaik saat itu: Information International, Inc., MAGI, Robert Abel & Associates, dan Digital Effects. Keempat perusahaan itulah yang bertanggung jawab atas animasi di TRON, walau lamanya tak lebih dari 20 menit saja. Yang mengagumkan, komputer yang mereka gunakan hanya memiliki memori 2 MB, dan satu disk yang berkapasitas 330 MB. Tapi hasilnya sungguh luar biasa pada waktu itu.

Berkat kerja keras Lisberger dan tim, TRON diganjar Academy Awards pada tahun 1983 untuk Best Costume Design. Dan yang luar biasa, 14 tahun kemudian (1997). TRON kembali meraih Academy Awards untuk Technical Achievement.
TRON akhirnya dirilis pada tanggal 9 Juli 1982, dibintangi oleh Jeff Bridges, Bruce Boxleitner, David Warner, Cindy Morgan, Barnard Hughes, serta Dan Shor. Dengan total biaya produksi sebesar US $17 juta, film ini meraih pendapatan US $33 juta di Amerika Serikat saja. Pada masanya, TRON telah memancangkan tonggak untuk penerapan CGI dalam teknologi perfilman, yang kemudian diikuti oleh film-film generasi 2000-an seperti trilogy The Matrix, 300, dan Inception. Belum lagi secara kultural, TRON telah berhasil merasuki pikiran anak-anak pada waktu itu sehingga menghias sepeda BMX-nya supaya menyala dalam kegelapan seperti Light Cycle dalam dunia TRON. Sedangkan film seri TV yang jelas-jelas terpengaruh oleh TRON adalah "Automan" yang pernah tayang di TVRI tahun 80-an.
Di dunia games, TRON juga telah memberikan pengaruh perubahan secara visual. Dari games yang bentuknya aneh dan primitif seperti "Pong" menjadi realistis dan 3 dimensi seperti sekarang ini.
Rupanya Disney tidak melupakan pengaruh TRON secara teknologi maupun kultur sehingga menjadi cult phenomenon itu. Sejak tahun 1990-an mereka mulai memikirkan sekuel dari film itu, yang kemudian diberi judul "TRON Legacy". Lisberger, Bridges, dan Boxleitner juga kembali. Kali ini Lisberger tidak lagi berperan sebagai sutradara, namun produser. Sutradara dijabat oleh Joseph Kosinski.
Fokus cerita juga tidak akan berpusat ke Kevin Flynn lagi, yang di film pertamanya diperankan oleh Jeff Bridges. Tapi lebih menyorot Sam Flynn, anak Kevin, yang diperankan oleh Garrett Hedlund. Hedlund selama ini banyak berperan sebagai peran pembantu dalam film-film Four Brothers, Eragon, Georgia Rule, dan Death Sentence. Namun yang luar biasa dari film ini, Jeff Bridges tidak hanya berperan sebagai Kevin Flynn yang usianya sudah uzur dan berjenggot putih, namun dia juga berperan sebagai program CLU 2, antagonis utama di film ini, yang memiliki wujud seperti Kevin Flynn tapi usianya lebih muda 30 tahun. Jadi tantangannya adalah membuat CGI yang "semanusia" mungkin.
Disamping Bridges, Hedlund, dan Boxleitner, pemeran lainnya adalah Michael Sheen, Olivia Wilde, dan James Frain. Sebagian besar filmnya di-shoot dengan kamera 3D yang dikembangkan berdasarkan Fusion Camera System ciptaan James Cameron yang digunakannya dalam "Avatar". Oleh Kosinski, sistem itu dikombinasikan dengan kamera Sony F35, yang memiliki sensor CCD 35 mm. Kemudian dikombinasikan lagi dengan lensa Master Primes yang dapat mengumpulkan cahaya. Sebenarnya, cara paling optimal untuk menikmati TRON Legacy adalah menontonnya di IMAX 3D. Sayangnya IMAX 3D terdekat dengan saya adalah di LG IMAX Theatre, Sydney. Jadi saya harus puas menontonnya dengan 3D biasa saja. Untuk kali ini, perusahaan yang menangani efek visualnya adalah Digital Domain.
Sebagai penghormatan atas film "Wizard of Oz" yang dibuat 71 tahun yang lalu, Kosinski menggunakan kamera 2D biasa untuk adegan di dunia nyata, dan kamera 3D tadi untuk adegan di dunia TRON. Mengapa demikian? Karena dulu, film "Wizard of Oz" juga memperkenalkan teknologi baru yaitu Technicolor pada filmnya. Ketika adegan Dorothy di dunia nyata, shootingnya menggunakan tone sepia (teknologi lama). Lalu ketika Dorothy ada di dunia Oz, shootingnya menggunakan Technicolor.
Film score-nya? Kalau di film pertamanya dulu musiknya ditulis oleh Wendy Carlos (The Clockwork Orange, The Shining) berkolaborasi dengan Annemarie Franklin, di film TRON Legacy ini musik ditulis dan diaransir oleh Daft Punk, grup techno dari Prancis. Namun ada kesamaan dalam hal musik di kedua film ini, yaitu original song-nya dinyanyikan oleh Journey.
Seperti halnya pendahulunya, TRON Legacy akan lebih terfokus kepada efek visual, music score, detil, dan desain settingnya. Dengan kata lain, ini adalah film untuk para special-effects geeks. Jadi jangan berharap terlalu banyak pada acting, karakter, screenplay, atau keterkaitan emosi antar karakternya. Walaupun di dalam film ini ada beberapa hal yang bersifat filosofis yang perlu perenungan lebih dalam. Dan seperti kata Joseph Kosinski sang sutradara: "This is a world that had to be designed from scratch. I don't know how you can direct a movie like this if you're not interested in design and architecture. It became the guiding philosophy."

TRON: Legacy, A Review


TRON: Legacy
Dec, 18 2010 - TRON: Legacy merupakan sekuel dari film berjudul TRON yang rilis tahun 1982. TRON mendapat sambutan yang kurang baik pada saat itu, akan tetapi lambat laun menyandang status cult. TRON pun bisa berbangga karena disebut sebagai pelopor penggunaan efek visual yang menggabungkan animasi dan live-action ke dalam satu layar hampir tanpa cela (untuk masanya). Walau begitu, keputusan Disney untuk membangkitkan franchise ini cukup membuat beberapa pihak menaikkan alisnya. Terpisah waktu 28 tahun, dan seperti saya sebut tadi TRON sendiri kurang mendapatkan sambutan selayaknya walau mendapat penghasilan dua kali lipat dari budgetnya di box office Amerika Serikat.
Tahun 2005, proyek sequel ini mulai dibangkitkan oleh Disney. Dan pada tahun 2008 di perhelatan Comic Con, ditampilkan sebuah klip sepanjang 2 menit yang merupakan sebuah test footage untuk TR2N (judul awal sebelum dirubah menjadi TRON: Legacy). Klip tersebut menarik perhatian banyak kalangan, karena selain klip tersebut terlihat menjanjikan, sebelumnya tidak terdengar kabar bahwa Disney akan mebangkitkan kembali TRON melalui sebuah sekuel. Pada Comic Con 2009, klip serupa ditunjukkan kembali. Kali ini dengan menggunakan judul TRON: Legacy. Hal ini seperti sebuah konfirmasi dari pihak studio, bahwa sebuah sekuel sedang diproduksi dan akan rilis tahun 2010.
Akan tetapi, Disney seperti melakukan perjudian besar dengan menggunakan sutradara debutan Joseph Kosinski untuk proyek sebesar TRON: Legacy. Kosinski merupakan sutradara spesialis iklan, khususnya yang terkait dengan CGI, seperti Halo versi Starry Night dan Gears of War versi Mad World. Mungkin pertimbangan ini yang diambil Disney untuk menggunakan Kosinski: Spesialisasinya di CGI. Pertaruhan Disney untuk menggunakan Kosinski bagi saya tampaknya kurang berhasil. TRON: Legacy memang menjadi sebuah film yang mencapai prestasi teknis yang sangat baik. Akan tetapi, film ini terkalahkan di segi narasi cerita dan pengembangan karakter.
Tidak ada yang spesial dari plot TRON: Legacy. Semuanya sangatlah biasa. Pada akhirnya tema yang diangkat adalah tema standar yang sudah sering diangkat oleh beribu film lainnya, yaitu penguasaan dunia. Sebetulnya walaupun sebuah film memiliki plot yang biasa, terkadang banyak cara untuk menceritakannya agar sesuatu yang biasa itu menjadi berbeda. Dan usaha ini tidak dilakukan oleh penggagas ide cerita Edward Kitsis, Adam Horowitz, Brian Klugman, dan Lee Sternthal. Selama durasi film berjalan, cerita berjalan datar tanpa adanya lompatan atau kejutan. Pengembangan karakter pun tampaknya tidak dipikirkan oleh mereka. Hal ini berakibat pada akting para pemain yang seolah 'apa adanya', tanpa jiwa, dan berujung pada karakterisasi yang lemah. Translasi cerita ke dalam naskah pun bisa disebut suatu kegagalan. Dialog yang terucap terkesan tanpa bobot dan datar. Hal ini berakibat pada jeleknya chemistry antar pemain yang seharusnya bisa digali lebih dalam mengingat adanya sub-tema hubungan ayah dan anak. Bahkan Jeff Bridges pun sepertinya tidak bisa mengembangkan karakternya. Dia terkesan seperti aktor yang baru memerankan beberapa film, terkesan amatir saat mengucapkan dialog, dan gagal menjadi sosok yang rindu akan anak yang tak pernah ditemuinya selama lebih dari 20 tahun. Karisma yang dimilikinya seolah menguap hilang. Dan hal ini semata karena cerita dan naskah yang tidak bagus, yang tidak memberikan ruang untuk pengembangan karakter.
Lalu, apa yang bisa dinikmati dari film ini? Jawabannya: Tampilan visual. Indah, tak bercela, dan keren. Saya akui, Kosinski bermain di arena keahliannya. Visual effect yang disajikan tampak menakjubkan. Dunia Grid tampak nyata tapi surealis di saat yang bersamaan. Light cycle yang dulu tampil di prekuelnya, kembali hadir dengan disain baru yang lebih futuristik dan elegan. Grid disajikan dalam bentuk struktur indah dengan kemilau cahaya yang gemerlap. Dan salah satu prestasi terbaik Kosinski dan tim spesial efeknya adalah, mengembalikan 'usia' Jeff Bridges sebanyak 28 tahun. Tak bercela. Kosinski sendiri menggunakan teknologi kamera 3D yang lebih canggih dibandingkan dengan yang digunakan James Cameron untuk film Avatar. Akan tetapi jika dibandingkan Avatar, efek 3D yang dihasilkan masih satu tingkat di bawahnya. Ini semata karena Avatar memiliki banyak detail dalam setiap frame gambarnya, termasuk palet warna yang sangat beragam. Sedangkan TRON: Legacy cenderung monoton, dengan pewarnaan yang gelap. Walau begitu, menyaksikan film ini dalam versi 3D menurut saya adalah keharusan. Karena jika disaksikan dalam versi 2D, anda tidak akan mendapatkan apapun selain tontonan lampu neon berpendar yang (mungkin) membosankan.
Selain tampilan visualnya yang memuaskan, prestasi terbak film ini ada pada scorenya yang ciamik dan luar biasa hasil komposisi duo Daft Punk. Hollywood tampaknya kini semakin berani melirik pemusik yang bukan spesialis music score, setelah baru-baru ini menggunakan Trent Reznor dan Atticus Ross untuk film The Social Network. Duo Daft Punk sendiri menciptakan komposisi yang indah dengan memadukan musik elektronik khas milik mereka dengan orkestrasi yang terkadang lembut tetapi terasa megah; ataupun dengan musik yang menghentak dengan tempo yang cepat. Di saat filmnya tidak mampu bercerita dengan baik, lain halnya dengan music score-nya yang memiliki kekuatan untuk menggambarkan dunia The Grid secara sempurna. Entah, mungkin saking kuatnya impresi yang dihadirkan Daft Punk melalui score-nya, pada akhirnya saya lebih merasa menyaksikan konser Daft Punk yang diiringi pertunjukan 3D yang indah dibanding menyaksikan sebuah feature film.
Pesan saya bagi yang ingin menyaksikan film ini, set ekspektasi anda pada level terendah. Film ini semata hanyalah sajian visual (dan audio) yang menakjubkan, akan tetapi sayangnya tak mampu bercerita. Salahkan pada plot yang lemah, dialog yang tak berbobot, dan pengembangan karakter yang tersingkirkan yang membuat film ini kehilangan hati dan jiwanya. Tidak cukup buruk untuk menjadi kekecewaan di akhir tahun, tapi tidak cukup kuat untuk menjadi yang terbaik. 

Ganti Nakhoda, Pendapatan Google Melesat 29%










Jakarta - Google yang tengah dalam masa peralihan pucuk pimpinan perusahaan, baru saja merilis nilai keuntungannya pada kuartal keempat akhir tahun fiskal 2010. Tercatat sejak 2009, pendapatan Google tercatat melesat 29%.

Demikian dikutip detikINET berdasarkan data dari investor.google, Sabtu (22/1/2011). Di situ tercatat keuntungan Google mencapai US$ 8,44 miliar atau sekitar Rp 84,4 triliun.

Para pemilik situs Google pun berkontribusi terhadap 67 persen (US$ 5,67 miliar) pendapatan total. Sementara dari penghasilan network Google seperti AdSense, mengambil porsi 30 persen (US$ 2,50 miliar) dari pendapatan total.

Secara year-on-year, pendapatan dari network Google naik 22 persen. Selain itu, pendapatan dari mitra AdSense dilaporkan naik 18 persen, dan 11 persen (kuartal ketiga 2010). Masih secara year-on-year, nilai rata-rata per-klik pun naik 5 persen.

WordPress 3.0 didownload lebih dari 30 juta kali





WordPress sedang berjaya saat ini. Hal tersebut dikarenakan jumlah pengguna baru dari blog tersebut semakin bertambah. Selama tiga bulan lalu, blog yang terbentuk dari WordPress.com mencapai 4 juta blog. Namun, kegembiraan dari pengembang WordPress tidak sampai pada perhitungan tersebut saja. Aplikasi WordPress 3.0 telah diunduh lebih dari 30 juta kali oleh pengguna setia WordPress. Versi stabil dari perangkat lunak berbasis open source yang sangat populer di dunia blogging tersebut sudah berusia 7 bulan sejak pertama kali dirilis. WordPress hanya butuh waktu lebih setengah tahun untuk mencapai sebuah kejayaan dalam dunia blogging.

Wordpress telah ada selama beberapa tahun. Sekarang ini, banyak pengguna internet telah bergerak menjauh dari blogging menuju jejaring sosial atau microbloging seperti Twitter. Pada saat yang sama, sejumlah platform blogging sederhana, seperti Tumblr atau Posterous, telah menjadi sangat populer. WordPress harus menyadari bahwa layanan blogging yang mereka berikan selama ini akan bertumbuh semakin lambat. Tahun 2010 bisa saja menjadi tahun terbaik bagi WordPress, namun untuk tahun ini tidak banyak yang dapat diharapkan dari jumlah pengguna WordPress yang baru. Pengguna WordPress.com semakin meningkat terus dari 10 juta pengguna menjadi 16 juta pengguna.

Pada awal tahun 2010, terdapat lebih banyak lagi pengguna blog menggunakan WordPress. Angka tersebut semakin bertumbuh mencapai 16,7 juta blog dalam bulan Desember tahun lalu. Namun, download counter yang dirilis situs resmi mereka menunjukkan bahwa perangkat lunak WordPress 3.0 talah diunduh lebih dari 30 juta kali. Tentu saja, itu tidak berarti bahwa 30 juta orang telah mendownload WordPress, kemungkinan seorang pengguna mendownload lebih dari satu kali. Namun, tetap saja hal tersebut menunjukkan bahwa WordPress sekarang lebih populer daripada sebelumnya.(jimmyfernanda/BeritaNet.com)

Tuker Link yuk

Mau Tukar Link? Copy/paste code HTML berikut ke blog anda

Tips & Tutorial

free counters